![]() |
| Hendra Hutagalung |
DETEKSI.co - Medan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Sumatera Utara (Provsu), Ir Dahler Lubis, dituding "bermain" dalam proyek pengadaan ternak kambing senilai Rp 8 miliar pada Tahun Anggaran 2018. Tudingan ini dilontarkan Ketum LSM Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Gertak), Hendra Hutagalung, kepada media, di Medan, Rabu (12/12/2018).
Hendra menuding bahwa CV Ananta Cahaya Hamzah, perusahaan pemenang pengadaan kambing, telah berlaku curang karena PT. Melayu Muda Konstruksi sebagai penawar terendah dengan mengajukan penawaran Rp 6,5 miliar dikalahkan oleh panitia lelang dan CV Ananta Cahaya Hamzah dimenangkan.
Diungkap Hendra, bibit kambing itu rencananya diberikan kepada kelompok penerima bantuan ternak yang tersebar di 17 kabupaten/kota se Sumut, seperti di Kabupaten Toba Samosir, Labuban Batu, Mandailing Natal, Nias, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Simalungun, Serdang Bedagai, Binjai, Padangsidempuan, Deli Serdang, Karo, Nias Selatan, Labuhan Batu Selatan, Padang Lawas, Labuhan Batu Utara dan Tebing Tinggi serta terindikasi KKN.
"Kami menduga panitia lelang bekerja asal-asalan dalam menentukan pemenang tender dan terkesan sarat konspirasi untuk memenangkan salah satu peserta lelang. Dan itu adalah pemborosan terhadap uang negara. Dugaan ini didasari atas adanya salah satu peserta lelang, yakni CV. Parapat Brother yang belum lengkap datanya, tapi todak pernah diundang kembali oleh panitia lelang guna melengkapi berkasnya", urainya.
Untuk itu, sambungnya, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi, segera mengevaluasi Dahler Lubis karena punya masalah dalam pengadaan proyek dengan rekanan selama memimpin DKPP Provsu, termasuk Pejabat Pelaksana Tehnis Kerja (PPTK) dan Kelompok Kerja (Pokja)-nya.
Ketika hal ini dikonfirmasi beberapa kali kepada Dahler dan PPTKnya, Bambang, melalui ponselnya, yang bersangkutan tidak menjawab meskipun terdengar nada sambung. (Sipa Munthe)
